Sejarah
Welcome to Gereja Kristus Raja
Pada Tahun 1970-an seorang Pastor Misionaris dari Serikat Xaverian yaitu Pastor
Agustino Othello Casali, SX membeli lahan seluas 45.000 M² (Empat Setengah Hektar) di wilayah Pasir
Putih Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk membangun gereja sekolah dan rumah sakit akan
tetapi umat Katolik di wilayah tersebut hanya ada satu orang dalam perjalanan waktu pada tahun 1978
misi pelayanan dilanjutkan oleh Pastor Ferraro Pasquale, SX. Mengawali pelayanannya Pastor Ferraro
mendirikan bangunan kecil dan sangat sederhana berdinding kayu untuk ditempati penjaga lahan dan
sebagai tempat beribadat. Kala itu umat sudah bertambah menjadi empat kepala keluarga namun kegiatan
ibadat belum dapat terlaksana dengan baik. Pada tahun 1987 perkembangan umat sudah mulai terlihat
kala itu umat sudah berjumlah kurang lebih 30 kepala keluarga. Pada tahun 1991 dalam pengembangan
pelayanan pastorannya Pastor Ferraro mendirikan bangunan untuk menampung kaum muda perantau,
bangunan ini disebut asrama atau dikenal dengan nama Gedung Putih. Gereja lama yang saat ini
digunakan menjadi aula serbaguna. Di tempat inilah orang muda perantau diberi tempat dan pembinaan
keterampilan secara gratis di bidang pertanian menjahit dan keterampilan lainnya. Pada tahun yang
sama Pastor feraro memulai misi dibidang pendidikan yang diawali dari mendirikan Taman kanak- kanak
sayangnya TK tersebut hanya bertahan kurang lebih tiga tahun dikarenakan minimnya tenaga pengajar
saat itu, seiring dengan bertambahnya umat Katolik di wilayah Pasir Putih maka Gedung Putih pun
berubah bentuk dan fungsi menjadi gedung gereja, pertambahan umat semakin meningkat berbagai upaya
dilakukan untuk menambah kapasitas gereja salah satunya adalah penambahan teras gereja, namun upaya
ini belum maksimal dikarenakan jumlah umat semakin hari semakin bertambah. Pada tanggal 16 Mei 2012
Dewan Pastoral Paroki dibawah pimpinan Pastor Florianus Sarno, Pr. Melantik panitia pembangunan,
pada proses perjalanan pembangunan gedung gereja yang baru begitu banyak yang dilakukan salah
satunya dalam aksi pengumpulan dana, anak-anak, remaja, orang muda, orang tua semuanya bekerjasama
untuk menyelesaikan pembangunan gereja. Akhirnya Penantian selama empat tahun umat Kristus Raja
Semesta Alam Pasir Putih untuk menempati gedung gereja yang baru telah tercapai. Pada tanggal 20
November 2016 bertepatan dengan hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam Gereja Katolik
Kristus Raja Semesta Alam diresmikan oleh Uskup Padang Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFM Cap dan
Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih telah berdiri kokoh.
Pada tahun 2022 jumlah kepala keluarga telah mencapai 300 kepala keluarga dan jumlah umat mencapai
1.200 jiwa yang tersebar di 10 lingkungan.
Pada tanggal 10 September 2023, Dewan Pastoral Paroki melantik 70 orang umat Stasi Kristus Raja
Semesta Alam Pasir Putih untuk menjadi Pengurus stasi Periode 2023-2026, pengurus Stasi ini diketuai
oleh Bpk Marjaban Sinaga.
Pada tanggal 29 Oktober 2023 dilaksanakan Pelantikan Panitia Pembangunan Gedung
Pastoran yang diketuai oleh Bpk Erwanto Sitorus.
Peletakan Batu Pertama pembangunan gedung pastoran dilaksanakan pada tanggal 26 Nopember 2023 yang
bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, pembangunan gedung pastoran masih berjalan
hingga saat ini (tahun 2024).
Seiring dengan berjalanya waktu jumlah umat di Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih
bertambah sangat pesat, berdasarkan data umat Pada Desember 2023 jumlah kepala keluarga telah
mencapat 405 Kepala Keluarga dengan jumlah umat sebanyak 1.783 jiwa yang tersebar di 10 Lingkungan.
Pada tanggal 17 Agustus 2024 dilaksanakan Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
yang ke 79 Tahun di Halaman Gereja, Orang Muda Katolik dipercaya untuk bertugas dalam upacara
bendera tersebut. Upacara ini juga dihadiri oleh Pastor Otto dan Pastor Emil serta umat stasi dan
organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia. Setelah upacara, dilaksanakan Perayaan Ekaristi Hari
Raya Kemerdekaan dan sekaligus Pelantikan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang dan
Ranting. Telah terbentuk kepengurusan WKRI dengan 1 Cabang dan 4 Ranting di Gereja Katolik Kristus
Raja Semesta Alam Pasir Putih. Pencapaian yang sangat luar biasa yang terjadi di lingkungan gereja
dalam hal bidang organisasi.